Penginderaan jauh
- Sumber tenaga : - Alami (matahari)
- Buatan (lampu, senter, dll)
- Atmosfer (spektrum yang sampai ke bumi dinamakan Jendela atmosfer)
- Interaksi tenaga dan obyek (halus = cahaya banyak = terang)
- Sensor : - Fotografik / kimiawi (foto)
- Elektronik / elektrik (sinyal, radar, sonar)
- Wahana : - Pesawat rendah sampai menengah (1.000m - 9.000m)
- Pesawat tinggi (lebih dari 18.000m)
- Satelit (400km - 900km)
- Perolehan daya : - Manual = 3D (menggunakan alat stereoskop)
- Numerik = software khusus (komputer)
- Pengguna : orang / lembaga : - Militer
- Kependudukan
- Pemetaan
- Meteorologi dan klimatologi
Citra :
- Data : - Visual : - Data Citra (gambar mirip asli / Planimetri)
- Data non citra (garis / grafik)
- Citra Foto :
- Spektrum elektromagnetik : - Ultraviolet / ungu
- Ortokromatik (Biru - Hijau)
- Pankromatik (Seperti mata kita)
- Inframerah asli
- Inframerah modifikasi (merah - hijau)
- Posisi sumbu kamera : - Vertikal (tegak lurus sekitar 1-4 derajad)
- Condong (lebih dri 10 derajad)
- Agak condong (Tanpa Cakrawala)
- Sangat condong (terlihat Cakrawala)
- Alay (terlihat wajah dengan bibir manyun) *bonus
- Sudut Liputan kamera : - Kecil : 0 derajad
- Normal : 60-75 derajad
- Lebar : 75 - 100 derajad
- Sangat lebar : 100 derajad keatas
- Jenis kamera : - Tunggal : kamera tunggal (1 obyek = 1 foto)
- Jamak - Multikamera (banyak kamera = 1 objek)
- Multilensa (1 kamera = banyak lensa)
- Banyak warna (Asli dan palsu/greyscale)
- Wahana : - Pesawat
- Satelit
- Citra non foto :
- Spektrum elektromagnetik : - Inframerah termal
- Radar (gelombang mikro dan tenaga buatan)
- Gelombang mikro
- Sensor : - Tunggal
- Multipektral / Jamak
- Wahana : - Dirgantara / Udara
- Satelit
- Interpretasi Citra : Deteksi - Identifikasi - Analisis
*Karakteristik untuk mengenali objek pada citra disebut unsure interpretasi citra
- Unsur : - Rona / Warna (gelap terang | cth: umur padi)
- Bentuk (perumaan, stadion, jalan raya, dll)
- Ukuran
- Tekstur (Halus kasar | cth : hutan)
- Pola (jalan, sungai | cth: sentripetal, sentrifugal, dll)
- Bayangan (jembatan layang)
- Asosiasi (jalan raya ada di tengah kota, garis pantai di dekat laut)
- Situs (Sawah ada di dataran rendah)
- Teknik : - Data acuan (data bantuan | cth : data sensus suatu wilayah)
- Kunci interprestasi (mempercayai data yang telah ada)
- Penanganan data (dirawat agar tidak rusak / rapi)
- Pengamatan stereoskopis (dengan alat stereoskop agar jadi 3D)
- Metode pengkajian (sistem / cara dalam menangani data)
- Penerapan konsep : - Multispektrum (tergantung banyaknya warna)
- Multitingkat (perbedaan ketinggian wahana)
- Multitemporal (perbedaan waktu merekam)
- Multiarah (pokoknya berkaitan dengan arah)
- Multipolarisasi (vertikal horizontal)
- Multidisiplin (bisa jadi ilmu)
- Multipikiran (Selamat menghafal u,u) *bonus
- Langkah pengambilan data : - Deteksi
- Identifikasi : - Spektral (elektro dgn benda)
- Spasial (Keruangan)
- Temporal (waktu)
- Pengenalan (terdapat di buku)
- Analisis (pengelompokan yang sama)
- Deduksi (mengelompokan ke lebih khusus)
- Klasifikasi (pembatasa/delienasi)
- Idealisasi (siap pakai)
- Manfaat : - Menggambarkan permukaan bumi dengan sebenar2nya
- Bisa 3D biar lebih jelas
- Menggambarkan sesuatu yang tak nampak (kebocoran pipa)
- Menggambarkan lebih cepat daerah yg susah di capai
- satu2nya cara pemetaan daerah bencana
Batuan
- Pendinginan lambat
- Mineral Besa
- Disebut "Abisis" (cth : Granit)
- Batuan beku gang/korok : - Dalam (agak ke permukaan)
- Pendinginan cepat
- Mineral sedang
- Disebut hipabisis (cth : Granit juga)
- Batuan beku luar : - Di permukaan
- Pendinginan sangat cepat
- Mineral kecil
- Disebut effusif
Batuan Sedimen / Endapan (lapuk dan mengendap) :
- Proses : - Klasik/Mekanik (Batu yang sering kita lihat | unsur kimia tetap)
- Kimiawi (Kars, Stalakmit/tit, Uvala, Doline)
- Organis (karena mahluk hidup)
- Tenaga : - Akuatis / Air
- Aeolis / Udara
- Glacial / Es
Batuan Metamorf (Tekanan dan suhu yang sama2 meningkat) :
- Klasifikasi : - Termik / Kontak : Suhu (Marmer - meleleh - beku = Pualam)
- Dinamik : Tekanan (Batu sabak)
- Kontak Pneumotolotik : Suhu dan penambahan unsur
Perairan darat
Siklus : - Pendek (Laut menguap - jadi awan - hujan di atas laut)
- Sedang (Menguap - jadi awan - ke atas darat - hujan - ke laut lagi)
- Panjang (seperti Sedang, tapi ada kristal es nya)
Sungai : - Gletset (dari Es yang mencair)
- Sungai hujan (dari hujan, dan sebagian besar indonesia adalah sungai ini)
- Campuran (Gletset yang dapat hujan juga)
Kesinambungan aliran air : - Episodik (mengalir sepanjang tahun | Sum, Kal, Pap)
- Periodik (Hanya brair pd musim pengujan | jaw, ntt)
Arah air pegunungan : - Konsekuen (Searah / Menjauh dari puncak)
- Subsekuen (Tegak lurus / Tangan / Cabang awal)
- Obsekuen (Anak Subsekuen, ke arah puncak)
- Resekuen (anak Subsekuen, searah konsekuen)
- Anteseden (dapat mengikis pengangkatan)
- Superimposed (di atas formasi aluvial)
- Anaklinal (sungai yg belok krna jalannya belok)
- Reserved (sudah belok dan sudah stabil)
- Epirogenesa (terus mengikis smpe batuan induk)
Pola aliran : - Radial Sentrifugal : Menyebar (pegunungan)
- Radial Sentripetal : Memusat (danau)
- Dendritik : Akar pohon
- Pinante : Muara sungainya berbentuk lancip
- Trellis : Mirip Tralis jendela (terdapat di lipatan)
- Annular : Melingkar
- Rektangular : Siku2 (terdapat di patahan)
TAMBAHAN PENTING
Kenapa pada pertemuan arus panas dan arus dingin banyak terdapat ikan?
karena merupakan Tempat akumulasi plankton (Penjelasan : Pertemuan itu menimbulkan proses "Up willing" dimana massa air dingin naik ke permukaan karena kosongnya massa air permukaan, dan air dingin adalah tempat berakumulasinya plankton)